Anggaran Merosot Tajam, Dinkes Kaltara Pangkas Frekuensi Layanan Dokter Terbang

By Redaksi

BULUNGAN — Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara (Kaltara) harus menghadapi tantangan berat pada tahun 2026 akibat penyusutan anggaran yang cukup drastis. Dana operasional yang sebelumnya mencapai angka Rp500 juta, kini tersisa sekitar Rp100 juta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman, mengungkapkan bahwa pemangkasan dana ini memaksa pihaknya untuk melakukan penyesuaian layanan, terutama terkait intensitas kunjungan medis ke daerah-daerah terpelosok.

“Dari yang awalnya sekitar Rp500 juta, sekarang hanya tinggal Rp100 juta. Jika sebelumnya ada sekian kali kunjungan ke wilayah perbatasan, kemungkinan besar frekuensinya akan kita kurangi,” jelas Usman, Senin (21/9/2026).

Meski demikian, Usman memastikan program yang bertujuan untuk mendekatkan akses kesehatan bagi warga pedalaman dan perbatasan ini tidak akan dihentikan. Saat ini, Dinkes Kaltara sedang merumuskan ulang pola pelayanan serta skala prioritas agar program Dokter Terbang tetap bisa berjalan optimal di tengah keterbatasan dana. Terkait rincian wilayah mana saja yang akan terdampak penyesuaian ini, Dinkes masih melakukan pendataan lebih lanjut.

Bagikan Artikel ini