Atasi Kendala Deteksi Stunting di Tana Tidung, Dinkes Kaltara Siap Kucurkan Dukungan Anggaran Alat Antropometri

By Redaksi

TANA TIDUNG – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tana Tidung (KTT) terus menjadi perhatian serius. Salah satu kendala utama di lapangan yang tengah disoroti adalah minimnya ketersediaan alat ukur standar pertumbuhan anak (antropometri) di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan posyandu.

Sorotan terhadap kekurangan fasilitas dasar ini disampaikan oleh Vamelia, yang menekankan pentingnya kelengkapan alat ukur yang presisi. Ketersediaan alat antropometri berstandar sangat krusial untuk memastikan kader posyandu dan tenaga kesehatan dapat memantau berat badan, tinggi, serta lingkar kepala balita secara akurat. Data yang valid ini menjadi kunci utama dalam mendeteksi indikasi stunting sejak dini.

Merespons kendala yang dihadapi di KTT, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) langsung mengambil langkah proaktif. Pihak pemerintah provinsi berkomitmen untuk menyiapkan dukungan anggaran khusus guna menutupi kekurangan alat kesehatan tersebut.

Dinkes Kaltara menyadari bahwa kelengkapan sarana di tingkat dasar merupakan garda terdepan dalam menyelamatkan generasi penerus dari ancaman gizi buruk dan stunting. Melalui sinergi anggaran dan kolaborasi lintas tingkat pemerintahan ini, diharapkan seluruh posyandu di wilayah Tana Tidung segera memiliki alat ukur yang memadai.

Dengan terpenuhinya fasilitas antropometri yang terstandardisasi, proses penimbangan dan pengukuran balita dapat berjalan optimal, sehingga intervensi gizi dapat diberikan tepat sasaran sesuai dengan target penurunan stunting di Kalimantan Utara.

Bagikan Artikel ini