Gubernur Instruksikan Disdikbud Agendakan Program Jemput Bola

Redaksi
3 Minimal Baca

TARAKAN – Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara agar menggagas program jemput bola bagi masyarakat yang dinilai sulit mengakses pendidikan. Hal ini disampaikannya saat membuka workshop menulis dan lomba penulisan essay di Lantai 4 SMA Negeri 1 Tarakan, Senin (16/1).

“Diprogramkan kita yang mendatangi mereka. Kita berikan insentif tambahan (kepada tenaga pengajar). Kita buat seminar menulis sedangkan masih banyak anak kita yang tidak mengenal huruf,” kata Gubernur.

Di mana Workshop literasi ini digagas oleh Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) dengan tema “Membangun Peradaban dengan Literasi”.

“Saya juga apresiasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan salah satu cara membangun budaya literasi bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan pemahaman sikap dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Gubernur.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan salah satu agendanya adalah Revolusi Mental serta pembangunan kebudayaan yang bertujuan membangun manusia IIndonesia yang memiliki cara berfikir yang terbuka, kritis, kreatif dan berkarakter.

“Dalam upaya membangun kualitas itu, generasi dijadikan sebagai pondasi yang kokoh sekaligus dimensi dalam indeks pembangunan. Kita patut bersyukur Provinsi Kaltara budaya literasi nya ada di atas nasional yaitu 57,71 lebih tinggi dari indeks nasional,” tambahnya.

Walaupun memiliki indeks literasi yang cukup tinggi Kaltara menurut Gubernur, Kaltara harus tetap menekan buta aksara hingga titik terendah.

“Ini saya dapat waktu saya ke Punan Batu, saya menginap di sana dan bertemu anak-anak Punan Batu saya dapati 90 persen mengalami buta aksara. Ini tugas kita semua agar jangan sampai ada yang tidak mengenal huruf,” ajak Gubernur.

Gubernur meminta perangkat daerah terkait selain pendidikan seperti sosial serta pemuda olahraga bisa melaksanakan kegiatan bagi membangun sumberdaya manusia.

“Kalau tidak punya anggaran, nanti saya berikan. Minimal hari-hari libur kita datangi mereka. Pemprov juga terus berupaya mengatasi persoalan literasi salah satunya melalui perpustakaan digital dan perpustakaan keliling bagi daerah yang belum tersentuh internet,” ungkap Gubernur.

Kembali disetiap kesempatan orang nomor satu Kaltara ini mengingatkan posisi strategis Kaltara sebagai Pintu Gerbang Ibukota Negara Nusantara dari mancanegara.

“Apalagi Kaltara bukan hanya penyangga tetapi sebagai pintu gerbang menuju ibukota negara. Mari terus tingkatkan budaya literasi sesuai visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara meningkatkan sumberdaya manusia melalui pendidikan wajib belajar 16 tahun yang berwawasan kebangsaan demi mewujudkan Kaltara yang Berubah, Maju dan Sejahtera,” ungkapnya

Terakhir Gubernur berharap para peserta bisa mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya serta mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin untuk membuat opini dalam bentuk karya tulis.

“Mari tingkatkan budaya literasi mulai dari kita sendiri, ketika sudah terbiasa barulah kita mengajak keluarga, teman dekat serta orang yang ada di sekitar kita,” tutupnya. (dksip)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *