Literasi Digital 2025, Wujudkan ASN Melek Teknologi

By Redaksi
3 Minimal Baca

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KISP) Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si menyebutkan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya diukur dari kinerja fisik, tetapi juga dari kecakapan dalam berinteraksi di dunia digital.

 

Hal ini disampaikan Iskandar saat membuka kegiatan Literasi Digital bagi ASN diselenggarakan oleh Pandu Literasi Digital Tahun 2025, diikuti secara virtual daring (zoom meeting) di ruang kerjanya Kantor DKISP Kaltara, Jumat (28/11).

 

Dengan tema “Peningkatan Kapasitas ASN dalam Pemanfaatan Teknologi Digital yang Produktif, Aman, dan Bertanggung Jawab”, turut menghadirkan narasumber Machmudan, Yurika Xanthinia Wijayanti dan Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

 

Iskandar mengatakan bahwa saat ini transformasi menuju pemerintahan berbasis elektronik, kemampuan ASN dalam memahami dan memanfaatkan teknologi digital menjadi hal yang mutlak dibutuhkan.

 

“Teknologi telah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sehingga peningkatan kapasitas ASN dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak,” ucap Iskandar.

 

Ia menuturkan dengan literasi digital bukan lagi hanya sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat, tetapi juga terhadap pemahaman tentang etika, keamanan, serta budaya bermedia yang bertanggung jawab.

 

Melalui penguatan literasi digital, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berupaya dalam membangun birokrasi yang adaptif, efisien, dan siap menghadapi tantangan era digital.

 

Untuk itu, Iskandar menekankan pentingnya tiga pilar literasi digital bagi ASN, yaitu produktif, aman, dan bertanggung jawab.

 

“Produktif berarti kita mampu mengoptimalkan teknologi untuk inovasi dan efisiensi kerja. Aman berarti kita cakap dalam menjaga data dan sistem dari ancaman siber. Bertanggung jawab berarti kita menjunjung tinggi etika digital dan hukum dalam setiap interaksi di ruang siber,” jelasnya.

 

Kepala DKISP Kaltara itu menegaskan bahwa kegiatan literasi digital bagi ASN sebagai langkah nyata menuju terwujudnya kompetensi digital di lingkungan Pemprov Kaltara.

 

Lebih lanjut, Iskandar menyampaikan apresiasi kepada Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan serta Pandu Literasi Digital Tahun 2025, khususnya para narasumber atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan.

 

Ia berharap kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan momentum ini dengan maksimal, serta berperan aktif dalam diskusi kegiatan literasi digital.

 

“Serap ilmu yang diberikan, terutama terkait keamanan data dan etika bermedia digital. Terapkan langsung pengetahuan yang didapat dalam tugas sehari-hari. Jadilah agen perubahan dan duta literasi digital,” pungkasnya. (dksip)

Bagikan Artikel ini