TANJUNG SELOR — Komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya membaca di Provinsi Kalimantan Utara terus diwujudkan secara nyata. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kembali menggulirkan program Konsultasi Online Perpustakaan dan Literasi (KOPER LIRA) untuk periode Agustus. Inisiatif strategis ini dirancang khusus guna memberikan pendampingan serta supervisi teknis yang komprehensif bagi pengelola perpustakaan tingkat satuan pendidikan.
Pelaksanaan program KOPER LIRA edisi bulan ini difokuskan secara intensif kepada dua institusi pendidikan menengah, yaitu SMAN 1 Tanjung Selor dan SMA Hang Tuah Tarakan. Melalui platform virtual, para pengelola perpustakaan dari kedua sekolah tersebut mendapatkan kesempatan langsung untuk berkonsultasi mengenai berbagai kendala teknis maupun manajerial yang kerap dihadapi dalam operasional harian.
Secara substansial, fokus pembinaan dan konsultasi dalam sesi ini mencakup dua pilar utama yang sangat krusial. Pilar pertama adalah penguatan tata kelola perpustakaan, yang meliputi standardisasi pengatalogan, manajemen sirkulasi peminjaman, serta penataan ruang baca yang representatif bagi peserta didik. Sedangkan pilar kedua menitikberatkan pada penyusunan dan pengembangan program literasi kreatif yang mampu menarik minat kunjung siswa serta mengintegrasikan kegiatan literasi ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Kehadiran program pendampingan berkala ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi peningkatan mutu layanan perpustakaan sekolah secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Dengan tata kelola yang semakin profesional dan program literasi yang terarah, perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi bertransformasi menjadi pusat sumber belajar yang dinamis, modern, dan berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tingkat regional.

