TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kemandirian pangan nasional. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ini dipercepat melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Brigade Pangan.
Bimtek yang bertajuk “Akselerasi Peran Brigade Pangan dalam Mendukung Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Utara” ini diselenggarakan sebagai langkah nyata DPKP Kaltara dalam mempersiapkan satuan garda terdepan di lapangan. Tujuannya adalah memastikan pengelolaan brigade pangan berjalan efektif dan terarah, siap menjawab tantangan produksi pangan di masa depan.
Kaltara Siap Dukung Program Prioritas Nasional
Kepala DPKP Kaltara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si, menegaskan bahwa penguatan Brigade Pangan ini merupakan bagian integral dari komitmen daerah untuk mendukung agenda prioritas nasional periode 2024–2029, terutama dalam hal swasembada pangan dan peningkatan gizi masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen daerah untuk mendukung empat agenda prioritas nasional, khususnya swasembada pangan. Kalimantan Utara harus siap berkontribusi melalui peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan,” ujar Heri Rudiyono.
Ia menjelaskan, Brigade Pangan berperan strategis sebagai ujung tombak dalam pendampingan lapangan, pemantauan produksi, dan percepatan penanganan masalah pangan di tingkat daerah. Dengan struktur yang lebih terstruktur dan kompeten, DPKP menargetkan peningkatan signifikan pada produktivitas sektor pertanian.
Menjawab Amanat Presiden
Upaya percepatan ketahanan pangan ini dilakukan sebagai tindak lanjut langsung dari amanat Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato pengucapan sumpahnya pada 20 Oktober 2024 di Gedung Nusantara, Presiden secara tegas menekankan bahwa, “Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung pada sumber makanan dari luar.”
Bimtek Brigade Pangan adalah langkah konkret yang diambil Pemprov Kaltara untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui pelatihan dan pembekalan teknis, Kaltara menargetkan peningkatan kapasitas produksi yang mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.
“Dengan penguatan struktur dan kapasitas brigade pangan, kami optimistis Kaltara dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” tutup Heri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mempercepat transformasi sektor pertanian daerah, serta mendorong terwujudnya ketahanan pangan yang tangguh bagi masyarakat Kalimantan Utara.

