Sejalan Program Kementan, DPKP Kaltara Genjot Swasembada Lewat Penguatan Peran Brigade Pangan

By Redaksi
2 Minimal Baca

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), secara agresif mempercepat upaya penguatan ketahanan pangan daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Brigade Pangan, dengan fokus pada akselerasi peran Brigade dalam mendukung swasembada pangan Kaltara.

Program ini selaras penuh dengan kebijakan nasional Kementerian Pertanian yang saat ini tengah mendorong modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, serta pemberdayaan generasi muda untuk menciptakan sektor pertanian yang adaptif dan berdaya saing.

Fokus Utama: Modernisasi dan Benih Bermutu

DPKP Kaltara menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran krusial dalam memperluas penggunaan teknologi pertanian modern dan optimalisasi pengelolaan lahan. Pemerintah daerah berharap ini dapat mendongkrak produksi komoditas strategis seperti padi, jagung, dan umbi, sehingga ketergantungan pada impor pangan dapat berkurang.

Penguatan juga diarahkan pada aspek perbenihan. Benih bermutu menjadi fondasi peningkatan produktivitas, dan peserta Bimtek dibekali pengetahuan mengenai tiga indikator utama benih berkualitas, yaitu kadar air optimal, viabilitas tinggi, dan kemurnian varietas. DPKP menekankan bahwa kekurangan benih, seperti yang pernah dialami daerah tetangga, tidak boleh terjadi di Kaltara.

Regenerasi Petani dan Tantangan Ekstrem

Program ini tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada regenerasi petani. Sejalan dengan arahan Kementan, Brigade Pangan didorong untuk melibatkan generasi muda dalam pertanian modern, sekaligus membuka peluang kerja dan mempercepat penggantian petani usia lanjut. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem agribisnis modern yang efisien dari budidaya hingga pemasaran.

Selain itu, DPKP juga menyoroti sejumlah tantangan domestik yang harus dihadapi, termasuk:

  • Perubahan iklim ekstrem.
  • Dominasi petani usia lanjut dan keterbatasan penyuluh.
  • Maraknya alih fungsi lahan pertanian.

Untuk menjawab tantangan tersebut, peserta Bimtek dibekali alur lengkap produksi benih padi berbasis Paket Teknologi Terpadu (PTT), yang mencakup penggunaan varietas unggul dan teknik penanaman intensif seperti Jarwo.

Melalui Bimtek Brigade Pangan, Pemprov Kaltara memastikan bahwa seluruh program daerah sejalan dengan visi Kementerian Pertanian. Pemerintah berkomitmen memperkuat kapasitas petani, mendorong penggunaan benih unggul, dan mengembangkan pertanian modern sebagai langkah konkret menuju swasembada pangan di Bumi Benuanta.

Bagikan Artikel ini