Tarakaninfo.com – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membawa dampak nyata bagi keseharian warga di Kalimantan Utara. Gangguan yang muncul kini tidak sebatas terbatasnya jarak pandang di jalanan, melainkan kualitas udara yang kian memburuk akibat tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Merespons kondisi udara yang mengkhawatirkan ini, peringatan akan ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kembali disuarakan dengan tegas. Warga diminta untuk tidak mengabaikan keluhan fisik sekecil apa pun, seperti batuk, tenggorokan yang terasa gatal dan iritasi, hingga munculnya gejala sesak napas. Perhatian ekstra sangat diwajibkan bagi kelompok rentan; anak-anak, kalangan lanjut usia (lansia), serta mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan harus dilindungi secara maksimal dari paparan asap ini.
Sebagai benteng pertahanan pertama, warga sangat dianjurkan untuk mengerem segala bentuk aktivitas di luar ruangan, khususnya saat intensitas kabut asap sedang tinggi. Apabila desakan pekerjaan atau kebutuhan mengharuskan warga beraktivitas di luar rumah, pemakaian masker pelindung adalah langkah wajib yang tidak boleh ditawar demi menjaga kesehatan paru-paru.

