TANA TIDUNG – Dukungan Forest Programme (FP) VI dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas personel Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kalimantan Utara (Kaltara) melalui pelatihan Participatory Land-Use Planning (PLUP).
Bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar UPTD KPH Tana Tidung di White Guest House Tana Tidung, Selasa (28/7), ini menjadi bekal bagi petugas dan pemerintah desa dalam menyusun perencanaan tata guna lahan berbasis partisipasi masyarakat.
Bimtek melibatkan personel KPH, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat yang nantinya akan terlibat langsung dalam penyusunan perencanaan tata guna lahan secara partisipatif di desa masing-masing.
District Facilitator Kaltim-tara, Implementing Consultant (IC) Team FP VI, Wahyudi Iman Satria mengatakan kegiatan ini menjadi pembekalan awal sebelum peserta turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi data.
“Melalui bimtek ini, peserta sudah memiliki bekal dasar. Saat di lapangan nanti mereka tinggal memverifikasi dan melengkapi data yang sudah disusun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Wahyudi, sebagian besar data awal telah tersedia sehingga proses di lapangan akan lebih efektif. Ia berharap hasil PLUP nantinya mampu menghasilkan dokumen dan peta yang menggambarkan kondisi wilayah sekaligus menjadi dasar pelaksanaan intervensi FP VI di setiap desa.
Sementara itu, Dr. Rina Purwaningsih, M.Sc., selaku Expert PLUP/GIS dari Implementing Consultant (IC) Team FP VI, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan.
“Mereka mengikuti materi dengan baik, memahami konsep pemetaan partisipatif, dan mampu mempraktikkannya secara langsung,” kata Rina.
Ia menjelaskan, melalui praktik yang dilakukan selama bimtek, peserta mulai memahami pentingnya perencanaan yang melibatkan masyarakat. Menurutnya, pendekatan partisipatif membuat masyarakat mampu mengidentifikasi persoalan sekaligus menyusun solusi berdasarkan kondisi di wilayahnya sendiri.
“Yang paling penting, solusi itu lahir dari masyarakat sendiri. Kami hanya mendampingi agar prosesnya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Rina memastikan tim Implementing Consultant FP VI akan terus mendampingi peserta hingga tahapan PLUP selesai dilaksanakan.
“Kami tetap terbuka untuk berdiskusi dan memberikan pendampingan, baik secara langsung maupun melalui pertemuan daring, agar pelaksanaan PLUP berjalan sesuai tujuan,” pungkasnya. (dkisp)

