TANJUNG SELOR – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama saat memasuki musim hujan. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk segera membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul tanda-tanda bahaya DBD. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah kondisi pasien memburuk serta menurunkan risiko komplikasi hingga kematian.
Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai meliputi muntah terus-menerus lebih dari tiga kali dalam waktu 12 jam, perdarahan pada mukosa seperti mimisan atau gusi berdarah, nyeri perut hebat, tangan dan kaki terasa dingin, frekuensi buang air kecil yang berkurang, serta kejang atau penurunan kesadaran. Gejala-gejala tersebut menandakan pasien memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis sesegera mungkin.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menunggu hingga 24 jam apabila salah satu tanda bahaya tersebut muncul. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan, semakin besar peluang untuk mencegah terjadinya syok dengue dan komplikasi yang dapat mengancam jiwa.
Selain mengenali tanda bahaya, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif dalam mengendalikan DBD. Masyarakat diharapkan rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan gerakan 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami demam tinggi yang disertai gejala mengarah pada DBD. Dengan kewaspadaan dan penanganan yang cepat, angka kesakitan maupun kematian akibat DBD dapat terus ditekan.

