Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memperkuat upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menargetkan zero death atau nol kematian akibat DBD pada tahun 2030. Target tersebut diwujudkan melalui strategi pengendalian yang komprehensif dengan melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit.
Pengendalian DBD dilaksanakan melalui tiga komponen utama, yaitu intervensi pada lingkungan, nyamuk, dan manusia. Pada aspek lingkungan, pemerintah mendorong pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, pengelolaan tempat penampungan air, pembangunan infrastruktur air bersih, serta penguatan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). Langkah ini bertujuan memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD sejak dari sumbernya.
Sementara itu, intervensi pada nyamuk dilakukan melalui berbagai metode pengendalian vektor, seperti larvasidasi, pengasapan (fogging) sesuai indikasi, penyemprotan mandiri, hingga penerapan inovasi teknologi Wolbachia yang kini telah diimplementasikan di beberapa kota di Indonesia. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya ilmiah untuk menekan kemampuan nyamuk dalam menyebarkan virus dengue.
Di sisi lain, intervensi pada manusia difokuskan pada perubahan perilaku masyarakat melalui program Communication for Behavioural Impact (COMBI) yang mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pencegahan secara mandiri. Pemerintah juga terus memperluas cakupan vaksinasi DBD di sejumlah daerah sebagai langkah perlindungan tambahan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa keberhasilan mencapai target nol kematian akibat DBD pada tahun 2030 memerlukan sinergi seluruh pihak. Dengan pengendalian lingkungan yang konsisten, inovasi dalam pengendalian nyamuk, serta meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD dapat ditekan secara signifikan, sehingga Indonesia mampu mewujudkan generasi yang lebih sehat dan terlindungi dari ancaman penyakit dengue.

