NUNUKAN – Penghargaan atas pengabdian selama puluhan tahun menjadi momentum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebanyak 238 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dalam kegiatan yang berlangsung di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Selasa (20/10/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaan, dedikasi, kedisiplinan, dan pengabdian ASN selama 10, 20, hingga 30 tahun. Capaian ini mencerminkan perjalanan panjang para aparatur dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menegaskan bahwa penghargaan masa pengabdian harus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas kerja. Menurutnya, tanda kehormatan yang diterima bukanlah titik akhir, melainkan pengingat agar setiap ASN senantiasa menjaga integritas dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa tantangan pelayanan publik semakin menuntut aparatur untuk bekerja secara adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, pengalaman dan masa pengabdian yang dimiliki ASN diharapkan dapat menjadi modal untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik.
Dalam mendukung pembangunan Kabupaten Nunukan, ASN diharapkan menjalankan peran sebagai konseptor, eksekutor, dan ambasador. Peran tersebut mencakup kemampuan menyusun gagasan dan solusi, menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan nyata, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui sikap dan kinerja yang profesional.
Sebagai daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan membutuhkan aparatur yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas dan pembangunan yang berkelanjutan. Komitmen ASN menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan program pemerintah dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para penerima, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh ASN untuk terus memperkuat etos kerja, disiplin, dan semangat pengabdian.
Dengan demikian, penghargaan atas masa bakti tidak berhenti sebagai simbol penghormatan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus menghadirkan perubahan positif bagi pemerintahan dan masyarakat
Kabupaten Nunukan.


