TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat strategi inovatif dalam upaya mencapai swasembada pangan. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), fokus utama saat ini diarahkan pada peningkatan peran penyuluh pertanian dan pembentukan Koperasi Brigade Pangan di seluruh wilayah.
Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiyono, menegaskan komitmen Pemprov untuk meningkatkan kapasitas para penyuluh agar dapat memberikan pendampingan teknis kepada petani secara lebih optimal. Langkah penting lainnya adalah pembentukan Koperasi Brigade Pangan yang bertujuan mengatasi hambatan pemasaran hasil panen petani.
“Koperasi ini didirikan untuk mempermudah kelompok tani dalam mengakses pasar dan memberikan solusi ketika petani menemui kendala dalam menjual produk mereka,” ujar Heri Rudiyono.
Inovasi Pertanian Modern dan Solusi Pupuk
Heri menambahkan, upaya peningkatan produktivitas pertanian juga melibatkan pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 50%, yang akan diganti dengan pupuk organik. DPKP Kaltara juga akan memaksimalkan teknologi modern, seperti penggunaan drone untuk proses pemupukan.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan DPKP Kaltara, Nurbaya, mengakui bahwa kebutuhan tenaga penyuluh di daerah masih cukup tinggi, terutama untuk memacu produksi komoditas utama seperti padi. Untuk menutupi defisit tenaga, DPKP menjalin sinergi dengan berbagai pihak.
“Untuk menambal kekurangan penyuluh, kami bekerja sama dengan Babinsa, melibatkan 119 personel di seluruh Kaltara,” jelas Nurbaya.
Kolaborasi SDM dan Target Pencapaian
Selain memanfaatkan peran Babinsa, DPKP juga merekrut penyuluh swadaya dari desa dan membuka kesempatan bagi lulusan Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian) untuk mengabdikan ilmunya sebagai pendamping petani.
Penguatan SDM ini juga didukung oleh sinergi dengan lembaga pendidikan seperti SMK Pertanian Pembangunan Banjarbaru. Nurbaya optimistis bahwa dengan sumber daya manusia (SDM) yang semakin kompeten dan kolaborasi lintas sektor ini, target swasembada pangan di Kaltara dapat terwujud lebih cepat.
“Kami yakin dengan SDM penyuluh yang semakin kompeten, swasembada pangan di Kaltara bukan hanya wacana, tetapi bisa menjadi pencapaian nyata,” tegasnya.
Melalui berbagai langkah terukur ini, Pemprov Kaltara berharap dapat membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Bumi Benuanta.

