TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat bahwa permintaan bibit kelapa sawit dari kelompok tani gabungan (Gapoktan) di daerah ini berada di posisi tertinggi, jauh melampaui permintaan bibit komoditas lain seperti kelapa, kopi, maupun kakao.
Penelaah Teknis Kebijakan DPKP Kaltara, Oswald Suhut Manullang, menjelaskan bahwa tingginya animo petani terhadap kelapa sawit direspons serius oleh pemerintah daerah. DPKP telah mengalokasikan anggaran, baik melalui APBD murni maupun APBD Perubahan, untuk memastikan kebutuhan bibit bagi petani terpenuhi.
“Di APBD murni tersedia bibit kelapa sawit dan kelapa genja. Sementara di APBD perubahan, terdapat tambahan alokasi untuk bibit kopi, kakao, dan juga sawit,” ungkap Oswald beberapa waktu lalu.
Penyaluran dan Fokus Wilayah
Oswald menginformasikan bahwa penyaluran bibit yang bersumber dari APBD murni sudah tuntas didistribusikan kepada Gapoktan di Kabupaten Bulungan, Tarakan, Tana Tidung, dan Malinau. Bantuan tersebut mencakup bibit kelapa sawit dan kelapa genja.
Sementara itu, untuk penyaluran bibit dari APBD Perubahan, saat ini masih dalam tahap penyusunan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL). Setelah proses verifikasi lapangan rampung dan dinyatakan lengkap, bibit tambahan tersebut akan segera disalurkan.
“Selama ini, bibit sawit memang yang paling diminati. Permintaan tertinggi biasanya datang dari tiga kabupaten, yakni Bulungan, Nunukan, dan Malinau,” ujarnya.
Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Tingginya permintaan sawit dipengaruhi oleh harga komoditas tersebut yang dinilai cukup baik dan stabil, sehingga menjanjikan peningkatan ekonomi bagi petani. DPKP berharap bantuan bibit unggul ini dapat membantu Gapoktan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
“Kami berharap penyaluran bibit ini dapat membantu Gapoktan meningkatkan pendapatan, terutama karena komoditas sawit saat ini sangat dibutuhkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” tutup Oswald.

