BULUNGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya memfasilitasi pengadaan alat antropometri untuk didistribusikan ke Kabupaten Tana Tidung (KTT). Rencana penyediaan fasilitas kesehatan ini diproyeksikan akan masuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026.
Kepala Dinkes Kaltara, Usman, menuturkan bahwa kelengkapan alat ukur tubuh anak ini sangat dibutuhkan guna mendukung program prioritas pemerintah. Khususnya dalam upaya penanganan kasus stunting sekaligus menekan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Tana Tidung.
Meski demikian, Usman menekankan perlunya penyesuaian mekanisme dan administrasi penganggaran agar proses penyaluran ke pemerintah kabupaten berjalan lancar.
“Secara prinsip, hal ini bisa kita akomodasi dan bahas pada anggaran perubahan. Kami akan menyelaraskannya agar dari segi nomenklatur sudah tepat, yakni sebagai bentuk bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi ke kabupaten,” jelas Usman pada Senin (28/9/2026).
Selain memastikan ketepatan nomenklatur anggaran, pihak Dinkes Kaltara juga tengah meninjau estimasi waktu pelaksanaannya. Mereka perlu memastikan bahwa tenggat waktu penyediaan alat tersebut masih sangat memadai dan memungkinkan untuk dieksekusi dalam periode anggaran perubahan tahun ini.
Sebagai informasi, alat antropometri sangat krusial dalam dunia medis, terutama untuk mengukur tingkat pertumbuhan fisik anak, seperti indikator berat dan tinggi badan yang presisi. Ketersediaan sarana yang memadai di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan ini menjadi kunci utama untuk mencatat, memantau, dan memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Ke depannya, Usman menyebutkan bahwa rencana pengadaan alat kesehatan ini akan terus digodok dan menjadi salah satu agenda penting dalam rapat pembahasan penyusunan anggaran perubahan bersama pihak terkait.

