TARAKAN – Mengurai persoalan harga tiket pesawat yang mahal menjelang hari Raya Idul Fitri 1443 H di Kota Tarakan, DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meminta Lion Air bisa kembali menerbangkan pesawat tipe Boeing untuk rute Tarakan-Balikpapan.
Permintaan DPRD tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Bandar Udara International Juwata Tarakan, Kamis (21/4/22). Hal ini menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan ke DPRD Provinsi Kaltara.
“Kita sering dengar tentang kebijakan perubahan penggunaan armada, khususnya dari Balikpapan ke Tarakan yang semula menggunakan Boeing 737 kemudian dirubah menjadi ATR. Sehingga itu juga menjadi diskusi secara umum baik di media formal maupun media online,” kata Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Kaltara Supa’ad Hadianto saat pertemuan dengan pihak Bandara Juwata Tarakan, Kamis (21/4/22).
Menindaklanjuti keluhan masyarakat Kaltara, DPRD berharap Lion Air Group bisa kembali menggunakan armada jenis Boeing untuk menerbangi rute Tarakan-Balikpapan maupun sebaliknya.
“Ini kah pak Gubernur sudah mengajukan permohonan kepada Dirut Lion Air Group untuk bisa merubah kebijakan itu. Bisa saja kalau dari Balikpapan ada 3 penerbangan ke Tarakan menggunakan Wings Air, fifty-fiftylah mungkin dua atau satu Wings Air lainnya pakai Boeing 737,” ujar politisi Partai NasDem.
Terkait permasalahan ini, Supa’ad juga meminta Lion Air Group di Tarakan bisa mendukung usulan Gubernur Kaltara. Supaya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara bisa terpenuhi.
“Ini ternyata bukan hanya untung dan rugi, memang ada satu kebutuhan masyarakat. Mungkin nanti kalau ekonomi sudah betul-betul tumbuh sesuai dengan arahan 5,0 sekian persen, ini kan baru bernafas. Ibarat orang sakit baru dilepas infusnya, secara ekonomi belum bisa tumbuh survive,” papar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW Partai NasDem Kaltara.
Sebagai perwakilan rakyat, DPRD siap mendukung jika dibutuhkan baik secara sosial maupun politik untuk menyakinkan manajemen Lion Air Group dipusat. Agar usulan tersebut bisa dikabulkan untuk mengurai mahalnya harga tiket pesawat menjelang Idul Fitri.
“Kalau memang DPRD suratnya diperlukan untuk meyakinkan manajemen dipusat, DPRD siap membackup secara sosial dan politiknya. Karena ini hitungannya kan semakin banyak penerbang yang menggunakan armada lebih besar walaupun harganya murah secara ekonomi, kan kali-kalinya lebih besar dari pada harga yang mahal tapi penumpangnya sedikit sama juga,” ucap Mantan Anggota DPRD Kota Tarakan.
Selain merubah kebijakan soal armada, Supa’ad juga meminta ada penambahan penerbangan dari Kota Tarakan menjelang Idul Fitri. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan armada dengan bakal melonjaknya arus mudik tahun ini setelah sebelumnya selama 2 tahun tidak diperbolehkan.
“Mungkin nanti kita bisa minta backup kepada Kabandara secara teknis kenapa harus mengajukan penambahan. Pihak Bandara mungkin pasti ikut,” tutup Supa’ad.(Mt)