Waspada Penularan dari Kera: Kaltara dan Sabah Malaysia Bersinergi Tangani Malaria Knowlesi di Perbatasan

By Redaksi

NUNUKAN – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan menerima kunjungan kerja dari perwakilan Jabatan Kesehatan Negeri Sabah, Malaysia. Pertemuan strategis lintas negara ini digelar untuk membahas pertukaran data kasus sekaligus merumuskan langkah penanggulangan penyakit Malaria Knowlesi, jenis malaria zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.

​Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Usman, menyampaikan bahwa fokus utama dalam pembahasan tersebut adalah menyoroti ancaman Malaria Knowlesi di kawasan perbatasan. Penyakit ini diketahui ditularkan dari kera atau monyet kepada manusia melalui perantara gigitan nyamuk.

​Meski Kabupaten Nunukan saat ini telah mengantongi sertifikat bebas malaria, pihak otoritas kesehatan tetap mewaspadai temuan kasus yang terpusat di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

​”Yang paling menonjol yang kami angkat adalah terkait Malaria Knowlesi. Untuk Kabupaten Nunukan sendiri, saat ini sudah ditemukan sekitar 20 kasus di wilayah perbatasan,” ujar Usman, Kamis (8/10/2026).

​Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong langkah pencegahan terpadu agar kasus infeksi tidak mengalami lonjakan. Melalui pertemuan ini, kedua negara juga saling memaparkan data penyebaran penyakit, termasuk jumlah kasus yang tercatat di wilayah Sabah, Malaysia.

​Lebih lanjut, Usman menjelaskan bahwa kemunculan kasus ini sangat erat kaitannya dengan aktivitas manusia yang semakin intens merambah habitat asli hewan. Hutan-hutan yang tadinya tidak tersentuh kini mulai dijamah untuk dijadikan lahan aktivitas atau permukiman.

​Kondisi tersebut membuat manusia berada dalam jarak yang sangat dekat dengan kera liar. “Ketika ada kera yang membawa parasit Plasmodium knowlesi digigit oleh nyamuk, lalu nyamuk tersebut menggigit manusia, di situlah terjadi proses penularan,” jelasnya.

​Melalui sinergi antara Pemprov Kaltara, Pemkab Nunukan, dan Pemerintah Negeri Sabah, diharapkan pencegahan dan penanganan kasus Malaria Knowlesi di garis perbatasan kedua negara dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.

Bagikan Artikel ini