Kaltara dan Sabah Perkuat Kerja Sama Perbatasan di Sidang SOSEK MALINDO ke-28

By Redaksi

TARAKAN – Kalimantan Utara (Kaltara) dan Negeri Sabah, Malaysia, kembali memperkuat kerja sama pembangunan kawasan perbatasan melalui Sidang ke-28 Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (KK/JKK SOSEK MALINDO) Tingkat Provinsi Kaltara–Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 yang digelar di Kayan Ballroom Hotel Tarakan Plaza, Rabu (29/7).

Sidang yang dihadiri Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama delegasi dari Indonesia dan Malaysia itu menjadi forum untuk mengevaluasi hasil kerja sama sebelumnya sekaligus menyusun agenda kolaborasi baru di kawasan perbatasan.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua JKK SOSEK MALINDO Negeri Sabah, Datuk Dr. Jamili Nais, beserta jajaran, Konsul Republik Indonesia di Tawau, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pada persidangan kali ini. Kehadiran seluruh delegasi menunjukkan komitmen bersama untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Kaltara dan Sabah,” kata Zainal.

Menurutnya, hubungan Kaltara dan Sabah memiliki nilai strategis karena tidak hanya didukung kedekatan geografis, tetapi juga kesamaan budaya dan hubungan sosial yang telah terjalin sejak lama. Aktivitas perdagangan, pendidikan, hingga pertukaran sosial budaya menjadikan kawasan perbatasan sebagai ruang kehidupan bersama yang terus berkembang.

Zainal juga memaparkan posisi strategis Kaltara sebagai provinsi perbatasan sekaligus wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut, kata dia, membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas, serta investasi lintas batas.

Ia menyebut sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan di Kaltara, di antaranya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi, PLTA Kayan Cascade, hilirisasi sektor perikanan dan rumput laut, serta pengembangan energi hijau.

“Potensi besar ini menjadi modal penting untuk mendukung rantai pasok IKN sekaligus memperkuat daya saing kawasan perbatasan agar tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sidang ke-28 SOSEK MALINDO merupakan tindak lanjut dari sidang sebelumnya yang berlangsung di Sandakan, Malaysia, pada 2025. Forum ini membahas evaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala untuk meningkatkan efektivitas kerja sama kedua wilayah.

Zainal menilai pembangunan IKN juga membuka peluang kolaborasi yang semakin luas antara Kaltara dan Sabah, mulai dari sektor perdagangan, investasi, logistik, ketenagakerjaan, pariwisata, hingga ketahanan pangan.

Menutup sambutannya, Zainal mengajak seluruh delegasi mengedepankan semangat musyawarah dan saling menghormati dalam setiap pembahasan. Ia menegaskan rekomendasi yang dihasilkan harus realistis, dapat dilaksanakan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di kedua negara. (dkisp)

Bagikan Artikel ini