KTT Kembali Pecahkan Rekor Muri Rangkaian Nutu Lentungan Terpanjang

Redaksi
2 Minimal Baca

TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung kembali pecahkan rekor Muri dalam kegiatan “Rangkaian Nutu Luntungan (Lesung) Terpanjang”, Minggu (6/11/2022).

Setelah diukur, luntungan tersebut memiliki panjang 360 meter dan melibatkan 860 orang penumbuk dengan memakai pakaian adat khas suku dayak Belusuk termasuk Bupati Ibrahim dan Wakil Bupati Hendrik.

Setelah dilakukan verfikasi di lapangan oleh tim Museum Rekor Indonesia (MURI) akhirnya Muri memberikan penghargaan Rekor Muri kepada Pemkab KTT atas Rangkaian Nutu Luntungan (Lesung) Terpanjang.

Bupati Ibrahim Ali menjelaskan, luntungan atau lesung ini merupakan alat penumbuk padi khas suku Dayak Belusu yang terbuat dari kayu pilihan dan tidak gampang pecah dan diberi ukiran khas suku Belusu dan sampai saat ini suku Belusu di Kabupaten Tana Tidung masih mempertahankan budaya ini dengan menumbuk padi memakai luntungan atau lesung.

“Saya mengungkapkan rasa terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta rekor Muri rangkaian lesung terpanjang yang telah mempersiapkan segala sesuatunya kurang lebih satu bulan lamanya, sehingga pemecahan rekor Muri rangkaian lesung terpanjang 360 meter dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan ini dihadiri oleh Lutvi Syah Pradana selaku customer relations manager Muri, Bryan Razu Ramadhan selaku representative, Ketua dan anggota DPRD KTT, wakil bupati KTT, sekda, asisten dan staf ahli, kepala OPD di lingkungan pemkab Tana Tidung, Camat se KTT, para peserta dan undangan.

Ketua umum FKWT Kaltara ini juga berharap tahun depan KTT dapat kembali memecahkan rekor Muri dengan nominasi yang lebih unik dan inovatif lagi. (her/iik)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *