KALIMANTAN UTARA — Menghadapi potensi ancaman asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk disiplin menggunakan masker. Asap Karhutla diketahui mengandung partikel halus (PM2.5) dan gas berbahaya yang berisiko tinggi mengganggu kesehatan.
Berdasarkan data pantauan terbaru, terdapat sedikitnya 3 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kalimantan Utara, dengan kejadian Karhutla yang melanda area seluas kurang lebih 4 hektare di Desa Apung, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Paparan asap Karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gejala ringan hingga berat. Dampak tersebut meliputi iritasi pada mata (mata merah, perih, berair), iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk penderita asma. Lebih lanjut, paparan ini dapat memicu Gangguan Saluran Pernapasan (ISPA, bronkitis, pneumonia) serta meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru.
Dinkes Kaltara secara khusus mengingatkan beberapa kelompok yang masuk dalam kategori rentan dan perlu lebih ekstra waspada, yakni anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, penderita asma atau penyakit paru, serta pekerja yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan.
Untuk melindungi diri dari bahaya asap, masyarakat diminta menerapkan 5 langkah tepat dalam menggunakan masker:
Tutup hidung, mulut, dan dagu dengan sempurna.
Pastikan terpasang rapat, tidak longgar, dan tidak terdapat celah besar di sisi wajah.
Jangan menyentuh bagian depan masker selama digunakan.
Segera ganti masker apabila sudah kotor, basah, rusak, atau sulit digunakan.
Cuci tangan sebelum memakai dan setelah melepas masker.
Selain memakai masker, masyarakat juga dianjurkan untuk melakukan langkah perlindungan tambahan. Di antaranya adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menutup rapat pintu dan jendela agar asap tidak masuk ke dalam rumah, menjaga kebersihan udara dalam ruangan menggunakan air purifier atau ventilasi yang aman, serta memperbanyak minum air putih untuk menjaga kebugaran.
Dinkes Kaltara mengimbau agar masyarakat tidak menunda untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk yang tidak kunjung reda, sesak napas, atau keluhan kesehatan berat lainnya akibat asap. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci utama dalam melindungi diri dan keluarga dari bahaya Karhutla.

