Atasi Kendala Anggaran, Dinkes Kaltara Pastikan Program ‘Dokter Terbang’ Tetap Berlanjut

By Redaksi
2 Minimal Baca

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Dokter Terbang, yang secara resmi dikenal sebagai Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB). Meski saat ini tengah menghadapi tantangan penyesuaian anggaran, program prioritas ini dipastikan tidak akan berhenti demi menjaga akses kesehatan masyarakat.

Langkah ini diambil mengingat urgensi program yang sangat krusial dalam menyentuh wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Di mana daerah-daerah tersebut selama ini sangat sulit diakses oleh transportasi darat biasa.

Menjangkau yang Tak Terjangkau

Pihak Dinkes Kaltara menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran yang terjadi tidak akan menyurutkan langkah pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkeadilan. Program Dokter Terbang dirancang khusus sebagai solusi atas tantangan geografis ekstrem yang menjadi ciri khas wilayah Kaltara.

“Layanan ini adalah urat nadi bagi saudara-saudara kita di perbatasan dan kepulauan. Transportasi yang sulit tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak,” ujar perwakilan Dinkes Kaltara.

Melalui program PKB ini, tim medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya diterbangkan langsung ke garda terdepan Kaltara. Mereka membawa obat-obatan serta peralatan medis untuk melakukan pemeriksaan, pengobatan, hingga tindakan medis yang diperlukan masyarakat setempat secara gratis.

Fokus Sasaran dan Efisiensi

Untuk menyiasati situasi anggaran yang dinamis, Dinkes Kaltara akan melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Pemetaan Skala Prioritas: Menentukan wilayah DTPK yang paling membutuhkan intervensi medis darurat atau yang memiliki fasilitas kesehatan lokal paling minim.
  • Optimalisasi Anggaran: Menyusun rute penerbangan dan jadwal pelayanan secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan medis yang diberikan.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi dengan maskapai perintis lokal dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran operasional transportasi udara.

Dengan kepastian berlanjutnya program ini, diharapkan angka kesakitan di wilayah perbatasan dapat terus ditekan, dan kehadiran negara dalam bidang kesehatan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Kaltara, tanpa terkecuali.

Bagikan Artikel ini